Laskar Sambernyawa kembali gagal
melewati tantangan dari tim ISL. Setelah beberapa waktu silam taklut di
kaki Sriwijaya FC, kini tamu dari Borneo, Mitra Kukar yang giliran
member pelajaran pada Persis Solo. Pada pertandingan yang dihelat di
Manahan pada senin lalu (29/3), Ferryanto cs kalah dengan skor 2-3.
Formasi 4-2-3-1 digunakan coach Aris
Budi untuk meladeni tamu dari Tenggarong. Posisi kiper tetap
dipercayakan pada Johan sembari menunggu pulihnya penjaga gawang utama,
Agung Prasetyo yang masih dalam masa pemulihan pasca sakit. Kuartet
belakang diisi oleh Hendri, Gusripen, Sabani dan Sandy. Inilah pertama
kalinya Sabani melakoni debut sebagai starter tahun ini setelah juga
mengalami pemulihan sakit thypus. Anggo Julian dan Rosyid menopang lini
tengah dibantu oleh Andrid dan Dedi Cahyono di kanan dan kiri. Ferryanto
ditempatkan ujung tombak didukung Andika di belakangnya.
Scott Cooper menerapkan 4-5-1 dengan
menjadikan striker Irlandia Roy O’Donovan sebagai striker tunggal. 2
gelandang jebolan timnas U-19, Septian David dan Hendra Sandi dipadukan
dengan Defri Riski dan Diego Michels dan semakin kuat dengan sokongan
gelandang flamboyan, Cristobal Marques.
Persis sempat member kejutan pada awal
babak. menyadari lini tengah Mitra Kukar lebih kuat, Persis lebih
menyasar sisi sayap tamunya. Sektor kanan Mitra Kukar yang dijaga pemain
gaek Zuklifli tepatnya. Andrid mencoba dimanfaatkan betul kecepatannya
untuk bisa menembus pertahanan MM. Bola dari Johan selalu diarahkan
kepada dua full back terutama Sandy lewat sisi kiri. Segitiga
Sandy-Andrid-Anggo sebelumnya cukup merepotkan pertahanan Mitra Kukar.
Pada 10 menit pertama, Persis sudah
mengancam lewat akselerasi Andrid 2 kali melakukan percobaan, tendangan
pertamanya masih bisa diblok Rifki Mokodompit, sayang pada percobaan
kedua sepakan Andrid melambung. Beberapa menit berselang, giliran
Ferryanto yang mendapat kesempatan, hanya saja usaha sang kapten
digagalkan Dedy Gusmawan
Rupanya Mitra Kukar masih belum
menyadari kelemahan di sisi kiri mereka. Lagi-lagi lewat area ini,
Ferryanto mendapat peluang. Sodoran Dedi yang jitu sukses dikejar
Ferryanto, pada kesempatan kedua ini Ia sukses menkonversinya menjadi
gol. Sebuah placing ciamik mengelabuhi Rifki dan Persis unggul 1-0.
Setelah itu keadaan malah memburuk bagi
Persis. Anggo Julian terpaksa ditarik keluar digantikan Ainudin. Kali
ini Andika yang mengisi pos Anggo yang cedera. Ketiadaan Anggo jelas
mengurangi kekuatan Persis, juga membuat Cristobal Marquez makin leluasa
menguasai lini tengah untuk Mitra Kukar. Mulai dari momen itu, Mitra
Kukar berganti menguasai pertandingan. Setelah tertinggal 1 gol Mitra
Kukar langsung menerapkan pressing ketat hingga Persis sulit
mengembangkan permainan. Anindito dkk memaksa Persis bermain longball,
dan MM berhasil. Serangan MM memang tidak sporadis tapi konsis,
alon-alon waton kelakon, Scott?
Benar saja, pada ujung babak pertama,
Roy O’donovan mencetak gol ke 5 nya selama masa pra-musim Mitra Kukar.
Gol memanfaatkan kecerobohan Johan dalam mengantisipasi tendangan keras
pemain MM, bola muntah langsung disambar saja oleh pemain Irlandia itu.
Skor imbang 1-1 berakhir hingga usai babak pertama.
Babak kedua dimulai dengan keadaa
masih sama, lapangan dikuasai MM. Persis mencoba melawan dengan
memasukan Abdi Gusti yang masih cedera pergelangan kaki, namun hasilnya
tak begitu baik. Malah Mitra Kukar kembali mencetak 2 gol lagi di babak
ini lewat kaki Diego Michels dan Fajar Handika.
Unggul 2 gol membuat Scott Cooper
semakin percaya diri bereksperimen. Melawan tim level divisi utama
seperti Persis, stok striker MM yang belum bermain diberi kesempatan
merumput pada 10 menit terakhir untuk bemain di belakang. Ada nama
Jajang Mulyana yang sore itu yang rambutnya dibuat mirip bek kawakan
Nigeria, Taribo West mengisi pos center-back. Juga ada nama Rahmad
Affandi, 3 tahun sebelumnya Ia adalah juru gedor macan Kemayoran, dicoba
untuk melakoni tugas sebagai full-back kiri mengganti Anindito.
Hasilnya? Persis sukses memanfaatkan keselengehan itu dengan mencetak
gol penghibur lewat kaki Andrid Wibawa.
Andrid lagi-lagi membuktikan
ketajamannya setelah di laga melawan PPSM pria asal Pedan mencetak gol.
Kehilangan Bayu Nugroho tak begitu terasa jika Ia bisa mempertahankan
performanya. Kini hanya tinggal menunggu striker tajam yang mampu
menaikan lagi kualitas lini depan Persis.
Kekalahan 2-3 ini jelas bisa dimaklumi
lantaran masih ujicoba. Namun kehilangan pilar seperti Anggo Julian
rupanya cukup membuat Persis oleng. Coach Aris mestinya harus memutar
otak untuk mencari alternatif strategi andai kondisi serupa ini terjadi
saat kompetisi berjalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar