Entri Populer

Minggu, 22 Februari 2015

Kalah dari PSIS, Catenaccio ala Aris Budi Belum Maksimal


Pasoepati















Pola bertahan dengan menumpuk 5 bek (Catenaccio-red) yang diterapkan Aris Budi Sulistyo akhirnya gagal diperagakan dengan baik oleh para pemain Persis Solo saat meladeni tuan rumah PSIS, Sabtu (21/2/2015) malam di Stadion Jatidiri.


Alhasil, tiga gol harus bersarang di gawang Agung Prasetyo.
Memainkan 5 bek sejak awal laga ternyata menjadi lubang yang dimanfaatkan secara efektif oleh para pemain PSIS, Fauzan dkk mendominasi lini tengah permainan dan leluasa mengatur alur serangan.
Fauzan mengawali keunggulan di menit ke-30 melalui sepakan dari titik pinalti, empat menit berselang giliran Indra Setiawan mencatatkan namanya di papak skor sekaligus menjadi gol penutup 45 menit laga babak pertama.

Di babak kedua, sejumlah pergantian dilakukan oleh Aris Budi, namun belum mampu memecah kebuntuan lini depan Persis Solo.
Hingga akhirnya di penghujung pertandingan, Indra Setiawan kembali mencetak gol untuk PSIS. Kali ini, kesalahan pemain belakang Persis Solo di dalam kotak pinalti yang dianggap menyentuh bola oleh wasit kembali membuahkan tendangan pinalti.
Gol Indra di menit ke-84 menjadi hasil akhir duel dua tim besar di Jawa Tengah tersebut.

Jumat, 20 Februari 2015

[Uji Coba] PSIS vs Persis Solo, Menguji Catenaccio ala Aris Budi

persis solo 2015

Laskar Sambernyawa akan menampilkan formasi baru saat meladeni tuan rumah PSIS Semarang dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Jatidiri, Sabtu (21/2/2015) malam. Bermain dengan 5 bek akan menjadi pilihan pelatih Persis Solo, Aris Budi untuk menguji sejauh mana kekompakan lini belakang yang tengah dibangunnya.
Kemenangan bukan menjadi target akhir Aris Budi, dirinya lebih mementingkan sejauh mana para pemainnya bisa menyerap materi latihan yang sudah diberikannya.
“Mereka pasti akan bermain ofensif di kandang, karenanya kita akan mencoba memperagakan skema bertahan,”ujar Aris Budi.
Namun keinginan Aris Budi untuk melihat kemampuan Ahmad Sembiring harus gagal setelah sang pemain memilih tidak melanjutkan proses seleksi di Persis Solo. Praktis hanya tersisa M Afif dan Novian Chaniago yang masih akan dilihat kemampuannya oleh pelatih asal Karanganyar tersebut.
Menurut salah seorang pemain Persis Solo, Ferryanto, eks pemain Arema tersebut sudah tidak berada di mes Persis Solo dan sedang mengikuti seleksi di tim lain.
“Dalam rombongan pemain yang berangkat ke Semarang pagi ini, dia (Sembiring-red) sudah tidak bersama kita. Kabarnya dia mengikuti seleksi di Sleman atau ke salah satu tim ISL,”terang Ferryanto.

[Uji Coba] PSIS vs Persis Solo, DPP Pasoepati Tidak Mengadakan Tur Resmi


    Corteo Pasoepati
Laga uji coba antara tuan rumah PSIS Semarang menghadapi Persis Solo, Sabtu (21/2/2015) malam di Staion Jatidiri diprediksi masih menjadi tontonan menarik bagi pecinta sepakbola di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.
PSIS yang mencoba bangkit usdai insiden sepakbola gajah tengah membangun kembali kekuatannya di sepakbola Jawa Tengah tentu akan memanfaatkan uji coba tersebut untuk memberikan hiburan bagi penggemarnya. Begitupun dengan Persis Solo yang mencoba mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu tim kuat di Kompetisi Divisi Utama tentuakan memaksimalkan laga uji coba untuk membentuk tim menjadi lebih kuat.
Kemeriahan laga uji coba antara PSIS melawan Persis Solo dipredisksi akan dinikmati oleh suporter kedua kesebelasan yang dikenal fanatis. Namun demikian, DPP Pasoepati engganmemberangkatkan anggotanya secara resmi.
“Biarkan kondisinya dingin dulu, tiap kali kita ke sana (Semarang-red) kan selalu ada insiden dan selalu menjadi korban. Namun kita selalu ada komunikasi dengan Snex maupun Panser Biru demi kebaikan bersama,”ujar Arnez Grandong, Menteri Luar Negeri (Menlu) Pasoepati.
Arnez tidak mengelak jika nantinya anggota Pasoepati tetap berangkat ke Semarang, namun mereka diminta untuk bisa menjaga diri dan menjadi tamu yang baik.
“Kemarin (Minggu, 15/2/2015) saat Snex dan panser ke Solo, mereka kita terima dengan baik. Sebenarnya kita tidak ada masalah dengan suporter Semarang, kita selalu komunikasi dengan mereka dan ada komitmen untuk menjaganya,”tandasnya.

[Statistik] Persis Solo vs PSIS, Lemah di Lini tengah

    persis solo 2015

Laga uji coba bertajuk Derby Jawa tengah ternyata berakhir antiklimaks. Persis Solo dan PSIS Semarang gagal mempertontonkan permainan terbaiknya saat keduanya bersua di Stadion Manahan, Minggu (15/2/2015) sore.
Persis Solo menurunkan mayoritas pemain yang ditandingakan melawan SFA pada kamis sebelumnya. Kala itu Persis berhasil menang dengan skor telak 7-0. Hanya pada pertandingan melawan PSIS ini posisi fullback kiri yang dulunya diisi oleh Afif digantikan oleh kapten Persik U-21 musim lalu yakni Qoyron Sandy. Starter baru lainnya ialah Abdul Rosyid, yang diduetkan dengan Diva Tarkas di lapangan tengah. Persis menggunakan formasi 4-4-2 dengan menempatkan Ferryanto dan Ainudin di depan, didukung oleh Bayu Nugroho dan Andrid lewat sayapnya.
PSIS Semarang bukanlah lawan asing bagi Persis, Laskar Sambernyawa sudah 2 kali bertemu dengan Mahesa Jenar dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun ini di Manahan. Namun pada lawatan kali ini, hanya 2 pemain yang pada kembali turun sebagai starter sama seperti pertemuan terakhir pada 15 Mei lalu, yakni Fauzan dan Welly Siagian, selebihnya wajah baru.
Pada awal babak pertama, Persis mencoba menekan sektor kiri pertahanan PSIS. Tercatat Andrid melakukan 2x take-ons sampai ke kotak penalti. Sebuah umpan silang dari Hendri juga hampir saja membuahkan gol andai saja kiper PSIS tidak siaga menghalau bola matang bek kanan Persis itu. Peluang terbaik didapat Persis saat Ainudin sukses lepas dari jebakan offside. Ainudin tinggal berhadapan dengan kiper namun sontekannya gagal menembus gawang Mahesa Jenar. Namun dari sekian peluang itu, tak satupun yang sukses dikonversi menjadi gol.
Selama babak pertama Persis sukses menahan serangan anak muda Semarang. Kuartet Hendri, Modestus, Liswanto dan Qoyron Sandy begitu rajin menjaga daerah sepertiga terakhir Persis hingga PSIS sulit untyuk menembussnya. 2 striker PSIS yang ditugaskan pada sore kemarin terlihat tidak berkutik. Noor Hadi yang ditematkan sendiri didepan terlihat nggangur tanpa layanan yang baik dari lini kedua PSIS. PSIS hanya mencatatkan 2x shot on goal selama babak pertama, keduanya lewat tendangan luar kotak penalti. Keadaan ini rupanya membuat pelatih PSIS melakukan perubahan dengan menarik keluar mantan pemain Persijap itu digantikan oleh Hary Nur. Tak lama kemudian PSIS memasukan pula M Yunus yang biasa berperan sebagai playmaker. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
Peran vital Diva Tarkas
Babak kedua Persis maupun PSIS melakukan beberapa perubahan penting di lini tengah. Diva Tarkas dan Abdul Rosyid digantikan oleh 2 gelandang agresif, Dedi dan Agung Budi. Sedangkan pergantian paling terasa di kubu Semarang adalah dengan masuknya M Yunus.
Dedi masuk terlebih dahulu menggantikan Rosyid. Ia berduet dengan Diva di lini tengah. Permainan Persis terlihat lebih berkembang. Dibandingan dengan Rosyid, Dedi lebih memiliki daya jelajah yang luas. Sedangkan Rosyid lebih mengandalkan umpan jauh. Ia pemain yang melakukan 5x longball di babak pertama, terbanyak diantara pemain lain. Masalah Persis di babak pertama adalah masalah yang juga dialami Persis seperti musim lalu ketika Wahyu dan Javad bermain bersama. Keduanya adalah pemain bertipe bertahan dan tidak ada gelandang yang mampu bermain seperti Dedi atau Agung BP.
Dedi Cahyono, seperti yang Ia biasa lalukakan musim lalu, selalu dapat merubah permainan Persis menjadi lebih bervariasi. Gol Persis yang dicetak Bayu adalah andil dari pemain kelahiran 1993 ini. Dedi menciptakan umpan kunci ke Andrid untuk selanjutnya dilanjutkan Andrid ke Bayu, Bayu yang tanpa pengawalan tinggal nenceploskan saja bola empuk itu, skor berubah 1-0 untuk keunggulan Persis.
Belum puas dengan gol itu, Agung Budi dimasukan menggantikan Diva Tarkas dengan tujuan membuat Persis menyerang. Namun disitulah awal mula PSIS mengambil alih permainan. Masalah bagi Persis adalah ketika Dedi dan Agung bermain secara bersamaan padahal kedua pemain ini memiliki tipe yang sama. Diantara keduanya tidak ada yg bisa menggantikan peran sebagaimana Diva Tarkas lakukan sebagai gelandang penyangga.
Hal ini terbukti ketika para pemain PSIS sukses memasuki wilayah sepertiga pertahanan Persis. Sebuah pelanggaran didepan kotak penalti persis terjadi karena kepanikan bek laskar Sambernyawa. Hal ini tidak pernah terjadi saat Diva Tarkas masih ada mengawal area ini. Tendangan bebas itu sukses dimanfaatkan oleh M Yunus menjadi gol dan keadan kembali imbang. Setelah itu, pemain asal Temanggung itulah yang mengisi panggung Diva Tarkas.
Beruntung, baik Modestus atau Liswanto tampil begitu baik di sisa waktu pertandingan. Modestus melakukan 5 sapuan penting dalam pertandingan ini. Kabar baiknya lagi, melihat pemapilan Hendri dan Sandy, Persis tidak perlu lagi kebingungan mencari permain di posisi fullback. Pertandingan berakhir imbang 1-1.
Statistik impresif duo wingback Persis Solo:
Qoiron Sandy : Pass 15/5, Longball 2/2, Cross 1/1, Shot 1/-, Duel 1/-, Dribble 2/-, Intercept 4, Clearance 4.
Hendri Aprilianto : Pass 20/4, Cross 1/1, Heading Duel 3/1, Intercept 5, Clearance 3.
Diolah oleh @PersisStats

Selasa, 17 Februari 2015

[Uji Coba] PSIS vs Persis Solo, Pasoepati Siap Padati Stadion Jatidiri

ferryanto

Meskipun hanya berlabel partai uji coba, namun laga antara tuan rumah PSIS Semarang kontra Persis Solo, Sabtu (21/2/2015) malam di Stadion Jatidiri, sepertinya tetap akan berlangsung dalam tensi tinggi.
Gengsi antara dua tim yang didukung kelompok suporter terbesar di Jawa Tengah nampaknya masih akan terus berlanjut demi menasbihkan status siapa tim terbaik di Jawa Tengah.
Persis yang sedang membangun tim dengan mayoritas pemain muda asal Solo memang dalam kondisi yang belum sempurna, beberapa kali uji coba yang dilakukan belum mengindikasikan Laskar Sambernyawa belum menemukan permainan terbaiknya.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat semangat Pasoepati meluntur. Usai Ketua Umum Persis Solo, Paulus Haryoto berjanji segera merealisasikan pembentukan Badan hukum bagi Persis Solo, respon Pasoepati menjadi positif terkait keseriusan yang ditunjukkan oleh Pengurus Persis Solo.
“Komitmen kita sejak awal akan allout mendukung di laga away, pembentukan PT juga menjadi hal bagus bagi Persis Solo ke depannya,”ujar Agus Warsoep, dirijen Pasoepati.
Meskipun sudah mempersiapkan akomodasi, namun dirinya masih menunggu respon dari menteri Luar Negeri (Menlu-red) Pasoepati yang bertugas mengurusi tur resmi Pasoepati.
“Kalau ada tur resmi tentu itu lebih baik, mengingat beberapa kali kejadian yang selalu merugikan Pasoepati, tur ke Semarang harus dikoordinasikan dengan baik. Kita tunggu dulu arahan dari Menlu,”tandasnya.

[Galeri Foto] Sepakbola dan Aksi Boikot Pasoepati


    IMG_0007
 Beragam cara dilakukan suporter untuk melihat tim kesayangannya berprestasi, termasuk melakukan kritikan maupun aksi protes. hal itulah yang dilakukan Pasoepati saat tim kesayangannya beruji coba melawan PSIS Semarang, Minggu (15/2/2015) sore di Stadion Manahan Solo.
Bukannya melihat pertandingan sepakbola namun mereka lebih memilih bermain sepakbola di lapangan parkir Stadion manahan sebagai bentuk protes ke pengurus Persis Solo yang dinilai kurang serius menggarap tim.
Berikut sejumlah moment yang terekam melalui fotografer Mburgadoel:

















Senin, 16 Februari 2015

[Galeri Foto] Persis Solo vs PSIS Semarang


    persis solo 2015
Para pemain Persis Solo demam panggung di laga uji coba perdana menghadapi Tim Mahesa Jenar PSIS Semarang, Minggu (15/2/2015) sore di Stadion Manahan Solo.
Alhasil, skor 1-1 menjadi hasil akhir penutup laga uji coba antara dua tim kuat di Jawa Tengah tersebut. Pelatih Persis Solo, Aris Budi menyebut anak asuhnya demam panggung sehingga bermain tidak maksimal di hadapan belasan ribu suporter.
Berikut sejumlah moment yang terekam oleh fotografer Muh Heri Kiswanto:
 

Ada Sepakbola di Dalam dan Luar Stadion Manahan


srikandi

Ada pemandangan menarik saat Persis Solo beruji coba dengan Tim Mahesa jenar PSIS Semarang, Minggu (15/2/2015) sore di Stadion Manahan Solo. Saat Pertandingan berlangsung, sebagian Pasoepati memilih duduk di luar stadion dan memilih untuk bermain sepakbola di parkiran stadion Manahan.
Lantas apa tujuan mereka? Dari wawancara redaksi PasoepatiNet dengan salah satu dirijen Pasoepati, Agos Warsoep yang ikut mendampingi, dirinya menuturkan sikap tersebut diambil sebagai bentuk protes ke pengurus Persis Solo yang terkesan lamban mengelola klub kebanggaan mereka.
“Kompetisi sudah dekat tapi manajemen belum terbentuk, sebetulnya Persis Solo ini mau dibawa kemana? Jangan hanya suporter yang allout namun yang mengurusi juga harus allout,”ujar Agos Warsoep.
Dirinya pun menambahkan, sikap tidak masuk ke Stadion Manahan juga didasari atas molornya proses pembentukan Perseroan Terbatas (PT-red) yang dulu dijanjikan oleh ketua umum Persis Solo. Tak hanya itu, dirinya juga menyayangkan lambatnya proses negosiasi pemain Persis Solo sehingga nasib pemain terkatung-katung.
“Dulu saat siaran di RRI, Ketum (Paulus Haryoto-red) dan Pak Tedy bilang kalau manajemen musim ini adalah bentukan dari PT, kalau PT belum apa terus apakah manajemen juga tidak akan dibentuk? Lalu siapa yang akan negosiasi pemain?,”imbuh Agus.
Menyikapi pro kontra yang mengiringi sikap boikot yang dilakukannya, dirinya menyikapinya dengan dingin perihal nada miring yang mengarah kepadanya beserta Pasoepati lainnya.
“Kita semua cinta Persis Solo, kami menghormati pilihan yang diambil dan tidak perlu menyudutkan aksi boikot karena tujuan kami agar Persis Solo semakin baik,”tegasnya.

Sabtu, 14 Februari 2015

Persis vs PSIS, Panpel Cetak 20.000 Tiket

Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)
Persis Solo vs PSIS Semarang yang menjadi laga uji coba pertama di Solo tahun ini yang tiket menontonnya dijual.











SOLO — Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persis Solo menyiapkan 20.000 lembar tiket dalam laga uji coba kontra PSIS Semarang di Stadion Manahan, Solo, Minggu (13/2/2015) sore.
Selama ini, derby Jawa Tengah (Jateng) tersebut selalu menyedot ribuan penonton. Panpel bahkan mampu meraup hasil penjualan tiket mencapai Rp 484 juta dalam dentrok antara Persis dan PSIS di babak penyisihan grup Divisi Utama (DU) musim lalu.
Oleh sebab itu, uji coba perdana Persis Solo kontra PSIS Semarang (yang merupakan tim selevel) kali ini diprediksi bakal dibanjiri penonton.
“Kami enggak mau mengambil risiko kalau jumlah penonton membeludak. Jadi kami tetap menyediakan tiket penuh 20.000 lembar, dengan rincian 3.000 tiket untuk tribune barat, 10.000 lembar untuk belakang gawang, dan 7.000 lembar untuk tribune timur,” urai Plt. Panpel Persis Solo, Heri “Gogor” Isranto, saat dijumpai wartawan di Balai Persis Solo, Jumat (13/2/2015).
Harga tiket yang dipatok dalam uji coba kali ini pun tidak jauh berbeda dengan musim lalu. Tiket tribune selatan dan utara dibanderol seharga Rp15.000 per lembar, sedangkan harga tiket tribune timur Rp20.000 per lembar. Tiket tribune barat VIP dijual seharga Rp30.000 dan VVIP seharga Rp40.000.
Panpel tidak menyiapkan kuota tiket khusus untuk suporter tim tamu. Namun, para pendukung PSIS Semarang tetap diizinkan menonton pertandingan dengan syarat tidak memakai atribut kelompok suporter.
“Belum ada konfirmasi dengan kelompok suporter tim tamu. Tapi, kami menyambut baik jika mereka datang, asalkan tidak memakai atribut. Suporter tim tamu akan kami tempatkan di tribune timur B8,” ulas Gogor.
Lebih lanjut, Gogor menerangkan kepanitiaan pertandingan Persis untuk sementara diambil oleh Asosiasi Cabang (Ascab) PSSI Solo karena manajemen tim belum terbentuk. “Sekarang belum ada panpel karena Persis belum punya manajemen. Jadi, surat izin dan sebagainya masih atas nama ketua dan sekretaris Ascab [PSSI Solo],” imbuh dia.
Agenda uji coba Persis sempat berantakan karena sanksi larangan menggelar pertandingan sepak bola yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Solo atas kerusuhan di laga kontra Martapura FC, musim lalu. Hukuman selama enam bulan itu akan berakhir pada April mendatang.
“Sanksi itu hanya untuk laga resmi di bawah PT Liga Indonesia, jadi enggak masalah kalau mau menggelar uji coba. Surat izin dari PSSI sudah turun. Surat izin dari kepolisian juga sedang diproses, mudah-mudahan besok [hari ini] sudah turun,” urai Gogor.

Jadwal DU Mundur, Aris Kembali Genjot Fisik Pemain


Pelatih Persis Solo Aris Budi Sulistyo (kiri) memberi instruksi kepada pemain saat mengikuti latihan di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (9/2). Latihan para pemain saat ini difokuskan pada peningkatan performa fisik. JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu | 
Solopos.com, SOLO – Persis Solo menyambut baik keputusan PT Liga Indonesia (LI) yang akan memundurkan jadwal kompetisi Divisi Utama (DU) 2015. Dengan mundurnya jadwal kick off, Persis pun memiliki tambahan waktu untuk mematangkan persiapannya.
Dalam surat dari PT LI yang diterima Persis, Selasa (12/1/2015) lalu, jadwal kompetisi DU akan mengalami revisi. Kick off DU yang semula akan dilakukan pada 1 Maret, kemungkinan besar akan mundur karena PT LI baru menyelesaikan proses verifikasi dan data keuangan terhadap para klub peserta pada 28 Februari.
“Dengan proses verifikasi yang baru selesai tanggal 28 Februari sudah pasti kompetisi DU mundur. Karena setelah proses verifikasi selesai masih harus ada manager meeting dan drawing pembagian grup. Kalau perkiraan saya mungkin pertengahan Maret atau awal April kompetisi baru bergulir,” ujar Sekretaris Asosiasi Cabang (Ascab) PSSI Kota Solo yang juga menjadi sekretaris manajer Persis musim lalu, Sapto J.P., saat dihubungi Espos, Kamis (12/2).
Mundurnya jadwal ini pun disambut positif oleh Pelatih Persis, Aris Budi Sulistyo. Eks pelatih Persik Kediri dan PSBI Blitar ini pun berencana mengubah program latihan timnya menyusul perubahan jadwal tersebut.
“Kalau [jadwalnya] mundur saya malah suka. Mundur kan artinya waktu persiapan bertambah. Saya malah bisa menaikkan lagi program latihan fisik para pemain,” ujar Aris saat dijumpai wartawan di mes pemain Persis, Kamis kemarin.
Aris menambahkan selama beberapa hari terakhir porsi latihan fisik memang sudah diturunkan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi masalah kelelahan yang dialami para pemain jelang kompetisi.
Namun, dengan jadwal kompetisi yang masih belum pasti, ia pun akan kembali menaikan intensitas latihan fisik. Sebab ia menilai selama ini stamina dan kondisi fisik para pemain belum sepenuhnya memuaskan.
“Memang saat uji coba kemarin [lawan SFA di Stadion Manahan, Rabu], anak-anak bisa menunjukkan intensitas permainan yang cukup bagus. Tapi saya melihat masih banyak kekurangan terutama dalam stamina saat melakukan pressure,” imbuh Aris.
Jenderal
Dalam uji coba melawan SFA, Persis meraih kemenangan dengan skor telak 7-0. Meski demikian, Aris belum sepenuhnya puas karena timnya masih memiliki sederet kekurangan mulai dari mental hingga teknik.
“Anak-anak kemarin masih terlihat demam panggung, seperti [Bayu] Yoga. Kalau latihan dia bagus, giliran main kemampuannya enggak keluar. Selain itu di lini tengah saya juga belum punya sosok jenderal, yang bisa mengatur ritme permainan,” imbuh Aris.
Kekurangan ini pun, lanjut Aris, akan terus dilakukan evaluasi. Sementara, terkait kebutuhan gelandang jangkar yang berperan sebagai jenderal permainan, Aris mengaku akan terus melakukan perburuan pemain. 

PERSIAPAN PERSIS SOLO,Fisik Belum Oke, Aris Maksimalkan Rotasi

SOLO — Pelatih Persis Solo, Aris Budi Sulistyo, bakal memanfaatkan rotasi pemain untuk menyiasati kurang maksimalnya stamina fisik anak-anak didiknya dalam laga uji coba kontra PSIS Semarang di Stadion Manahan, Solo, Minggu (13/2/2015) sore.

Para penggawa skuat berjuluk Laskar Sambernyawa itu telah ditempa latihan fisik sejak dua pekan terakhir. Namun, Aris menilai stamina fisik Ferry Anto dkk. tidak akan maksimal saat menjamu Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS.
“Stamina tentu belum maksimal kalau harus bermain selama 90 menit. Tapi ini justru menjadi ujian bagi para pemain. Mereka harus bisa mengatur tempo bermain dan bahu membahu membangun serangan supaya tidak kehabisan tenaga,” urai mantan arsitek Persik Kediri itu saat dijumpai wartawan seusai memimpin latihan di lapangan kompleks Lanud Adi Soemarmo, Jumat (12/2) sore.
Aris telah menurunkan porsi latihan fisik skuat asuhannya selama dua hari terakhir untuk mematangkan strategi melawan PSIS. Para penggawa Laskar Sambernyawa bakal kembali digembleng program latihan fisik intensif pada Senin (16/2), sebelum melawat ke markas Laskar Mahesa Jenar akhir pekan depan.
“Ini uji coba pertama kami, jadi jangan sampai kalah. Apalagi, kami bermain di depan publik sendiri. Tapi perlu diingat, kami sedang menjalani latihan berat selama 10 hari, jadi kelenturan fisik pemain belum terbentuk. Mereka belum bisa enjoy, tapi saya tekankan untuk tidak grogi di laga besok,” ulas Aris.
Dalam uji coba perdana kontra tim selevel kali ini, Persis akan kedatangan seorang gelandang jebolan klub Indonesia Super League (ISL). Aris berharap pemain anyar itu bisa menjadi jendral lapangan tengah andal untuk timnya. Sebab, Laskar Sambernyawa membutuhkan seorang playmaker yang mampu mengatur tempo permainan.
“Awalnya memang akan mendatangkan tiga mantan pemain ISL, tapi baru satu yang bisa bergabung di uji coba Minggu nanti. Dua pemain lainnya kemungkinan baru bisa datang pekan depan,” urai dia.
Sementara itu, bek kiri anyar Persis, Muhammad Afif, tampaknya tidak bisa tampil dalam laga uji coba kontra PSIS. Eks pemain Perseba Balikpapan itu mengeluhkan cedera lutut karena bertabrakan dengan pemain Solo Football Academy (SFA) dalam laga persahabatan, Rabu (11/2).
“Afif katanya sakit. Dia juga minta izin pulang ke Lamongan karena mau menikah, tapi setelah itu dia minta diberi kelonggaran lagi. Ya silakan kalau memang mau ikut seleksi sampai akhir,” tandas Aris. 

HARGA TIKET PERSIS SOLO vs PSIS SEMARANG

SOLO- Persis Solo akhirnya memastikan diri menghadapi PSIS Semarang di Stadion Manahan Solo, Minggu (15/2) sore.
Untuk menampung animo penonton pendukung Laskar Sambernyawa maupun Mahesa Jenar, Panitia Pelaksana (Panpel) Persis Solo mencetak 20 ribu lembar tiket. Tiket terbagi dalam empat kelas berbeda yang dijual mulai Rp 15 ribu hingga Rp 40 ribu.
“20 ribu tiket yang tercetak terbagi atas 10 ribu lembar tiket belakang gawang seharga Rp 15 ribu, 7000 lembar tiket tribun timur seharga Rp 20 ribu, tribun barat sayap Rp 30 ribu dan vip tengah Rp 40 ribu,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Panpel Persis Solo Hery “gogor” Isranto di Balai Persis, Jumat (13/2) siang.
Pada laga itu, Panpel membuka pintu lebar-lebar bagi supoter PSIS Semarang untuk datang ke Solo. Mereka pun akan ditempatkan di tribun timur B8. Namun, pihak Panpel meminta pada Panser Biru maupun Snex untuk tidak mengenakan atribut suporter maupun klub. Hal ini guna menjaga kondusifitas pertandingan muapun Kota Solo.
“Kami welcome pada suporter PSIS Semarang. Hanya kami ingin mereka tidak memakai atribut suporternya. Hal ini akan kami komunikasikan dengan pihak PSIS. Termasuk kepastian jumlah suporter yang mau ke Solo,” tambahnya
Laga lawan PSIS Semarang menjadi uji coba pertama Laskar Sambernyawa lawan tim profesional. Tiga laga uji coba sebelumnya hanya melawan tim lokal seperti Unsa Asmi, Mars dan SFA. Tiga laga itu mampu dimenangi tim besutan Aris Budi Sulistyo.
Sementara untuk PSIS, ini jadi laga tandang perdana. Sebelumnya, mereka melakoni laga lawan Persija Jakarta di Stadion Jatidiri Semarang. Kala itu, PSIS kalah tipis 0-1 dari Macan Kemayoran.

Kamis, 12 Februari 2015

[Galeri Foto] Kemeriahan Ulang Tahun Pasoepati ke-15

Beragam cara dilakukan untuk mengekspresikan kecintaannya. Begitulah yang dilakukan oleh ribuan Pasoepati yang merayakan hari lahirnya, Senin (9/2/2014) sore di Stadion Sriwedari.

Dalam acara besar Pasoepati tersebut, sejumlah pendiri Pasoepati hadir untuk ikut merayakan hari jadi Pasoepati. Bersama tamu undangan dari pihak Dandim dan Polresta Surakarta, mereka menyatu dalam suka cita kemeriahan ulang tahun Pasoepati ke-15.
Berikut moment menarik yang berhasil diabadikan oleh fotografer PasoepatiNet, Muh Heri Kiswanto.