Solopos.com, SOLO – Persis Solo menyambut baik keputusan PT Liga Indonesia (LI) yang akan memundurkan jadwal kompetisi Divisi Utama (DU) 2015. Dengan mundurnya jadwal kick off, Persis pun memiliki tambahan waktu untuk mematangkan persiapannya.
Dalam surat dari PT LI yang diterima Persis, Selasa (12/1/2015) lalu, jadwal kompetisi DU akan mengalami revisi. Kick off DU yang semula akan dilakukan pada 1 Maret, kemungkinan besar akan mundur karena PT LI baru menyelesaikan proses verifikasi dan data keuangan terhadap para klub peserta pada 28 Februari.
“Dengan proses verifikasi yang baru selesai tanggal 28 Februari sudah pasti kompetisi DU mundur. Karena setelah proses verifikasi selesai masih harus ada manager meeting dan drawing pembagian grup. Kalau perkiraan saya mungkin pertengahan Maret atau awal April kompetisi baru bergulir,” ujar Sekretaris Asosiasi Cabang (Ascab) PSSI Kota Solo yang juga menjadi sekretaris manajer Persis musim lalu, Sapto J.P., saat dihubungi Espos, Kamis (12/2).
Mundurnya jadwal ini pun disambut positif oleh Pelatih Persis, Aris Budi Sulistyo. Eks pelatih Persik Kediri dan PSBI Blitar ini pun berencana mengubah program latihan timnya menyusul perubahan jadwal tersebut.
“Kalau [jadwalnya] mundur saya malah suka. Mundur kan artinya waktu persiapan bertambah. Saya malah bisa menaikkan lagi program latihan fisik para pemain,” ujar Aris saat dijumpai wartawan di mes pemain Persis, Kamis kemarin.
Aris menambahkan selama beberapa hari terakhir porsi latihan fisik memang sudah diturunkan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi masalah kelelahan yang dialami para pemain jelang kompetisi.
Namun, dengan jadwal kompetisi yang masih belum pasti, ia pun akan kembali menaikan intensitas latihan fisik. Sebab ia menilai selama ini stamina dan kondisi fisik para pemain belum sepenuhnya memuaskan.
“Memang saat uji coba kemarin [lawan SFA di Stadion Manahan, Rabu], anak-anak bisa menunjukkan intensitas permainan yang cukup bagus. Tapi saya melihat masih banyak kekurangan terutama dalam stamina saat melakukan pressure,” imbuh Aris.
Jenderal
Dalam uji coba melawan SFA, Persis meraih kemenangan dengan skor telak 7-0. Meski demikian, Aris belum sepenuhnya puas karena timnya masih memiliki sederet kekurangan mulai dari mental hingga teknik.
“Anak-anak kemarin masih terlihat demam panggung, seperti [Bayu] Yoga. Kalau latihan dia bagus, giliran main kemampuannya enggak keluar. Selain itu di lini tengah saya juga belum punya sosok jenderal, yang bisa mengatur ritme permainan,” imbuh Aris.
Kekurangan ini pun, lanjut Aris, akan terus dilakukan evaluasi. Sementara, terkait kebutuhan gelandang jangkar yang berperan sebagai jenderal permainan, Aris mengaku akan terus melakukan perburuan pemain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar